Serangan Israel-AS terhadap Iran
dan Palestina bukan semata-mata penghancuran wilayah, melainkan merupakan penghancuran
terhadap kemanusiaan Iran dan Palestina. Dan itu sama artinya dengan
penghancuran terhadap seluruh prinsip nilai dan kehormatan kita sebagai manusia
yang bermartabat dan menjunjung tinggi adab hidup bersama dalam kesetaraan dan
keadilan.
Perilaku Israel-AS ini merupakan
penghinaan sedalam-dalamnya terhadap martabat kita semua sebagai pribadi,
karena hal itu merupakan kesewenang-wenangan yang brutal, kesombongan yang
menggilas seluruh rasa hormat, pemaksaan kepentingan dan hasrat sepihak yang
menghapus seluruh hak asasi kita, dan keserakahan yang melahap seluruh
kesempatan kita untuk bertumbuh dan berkembang sebagai manusia, serta
meruntuhkan seluruh jaminan dan kepercayaan antar manusia.
Israel-AS adalah wajah-wajah
penuh seringai yang merusak seluruh tatanan yang telah dibangun bersama dalam
susah payah karena secara gamblang dan konsisten mereka telah menunjukkan bahwa
diri merekalah tatanan yang harus diikuti oleh siapapun tanpa bisa berunding
secara setara dan adil.
Mereka telah memaksa merebut pena
kita supaya kita tak dapat menuliskan kisah kita sendiri dalam catatan, lalu
memaksa kita untuk membacakan narasi yang telah mereka siapkan dan
mempercayainya seolah-olah merupakan kisah kita sendiri.
Kekejaman Israel-AS bukan hanya
kekejaman terhadap Iran dan Palestina melainkan kekejaman terhadap kemanusiaan
kita semua tanpa tersisa. Kekejaman mereka tampaknya akan berlangsung lama
karena bagi mereka, kekejaman dan penghancuran liyan telah menjadi opium, yakni
obat penghilang rasa sakit dalam diri mereka sendiri agar mereka tetap dapat
terus-menerus bertahan menggapai kepentingan diri mereka sendiri namun
sebenarnya tak pernah terpenuhi dan senantiasa melahirkan rasa berkekurangan.
Semakin besar rasa berkekurangan
itu, semakin dalam rasa sakit mereka, dan semakin bertambahlah dosis opium yang
mereka butuhkan. Maka akan senantiasa semakin luaslah kekejaman dan
penghancuran mereka.
Di mata Israel-AS, satu-satunya
kesalahan Iran dan Palestina yang membuat mereka diserang adalah bahwa Iran dan
Palestina tak mau tunduk dan menjadi jongos bagi kepentingan mereka. Maka
siapapun dan negara manapun yang demikian ini akan rentan menghadapi
serangan. Sebaliknya, setiap orang atau negara yang dengan iklas tunduk
dan dengan gembira menjadi jongos bagi kepentingan mereka, akan dipuji-puji
sebagai orang atau bangsa yang cerdas, kuat dan hebat.
Menghadapi realitas yang
menghancurkan ini, tak tersedia lagi ruang netral, selain pilihan untuk
berpihak kepada semua yang mengalami kehancuran, ketidakadilan, dan penghinaan
martabat. Itulah satu-satunya cara menyelamatkan kemanusiaan dengan segala
prinsip dan kehormatan yang terkandung di dalamnya.
Dalam seluruh konteks itu, secara
jelas Board of Peace adalah forum sampah yang hanya akan mengotori dan
membusukkan seluruh kejernihan dan kebeningan komitmen kita terhadap keadilan
dan kemanusiaan.
Memilih bergabung di dalamnya
sama dengan memilih untuk menceburkan diri di dalam kebusukan. Maka sebelum
terlanjur terjerembab terlalu jauh, keluarlah segera dari kubangan busuk itu
dan cucilah mata agar dapat lebih jelas melihat ketidakadilan yang nyata.
Menghadapi kekejaman yang
menghancurkan ini, seorang nabi dari wilayah Palestina pernah berkata kepada
publik dan para pengikutnya demikian:
“Lebih baik batu kilangan
dikalungkan pada lehernya, lalu dibuang ke laut”.
Pernyataan ini dapat dimaknai
sebagai perintah tegas bahwa orang-orang yang terbukti selalu menghancurkan
kemanusiaan itu musti dihukum oleh publik dengan suatu hukuman yang secara
efektif dan permanen tidak memungkinkan lagi baginya untuk mengaktifkan daya
penghancuran itu.
Semoga ini segera terwujud dan
kita dapat meneguhkan lagi komitmen bersama untuk menghadirkan prinsip-prinsip
dan nilai-nilai yang memungkinkan saling bertumbuhnya kemanusiaan, saling
menjalin dan merekah, menjalar kuat bagaikan rimpang.
No comments:
Post a Comment