Wednesday, March 04, 2026

Serangan terhadap Iran dan Genosida Palestina adalah Penghinaan terhadap Seluruh Kemanusiaan

 

Serangan Israel-AS terhadap Iran dan Palestina bukan semata-mata penghancuran wilayah, melainkan merupakan penghancuran terhadap kemanusiaan Iran dan Palestina. Dan itu sama artinya dengan penghancuran terhadap seluruh prinsip nilai dan kehormatan kita sebagai manusia yang bermartabat dan menjunjung tinggi adab hidup bersama dalam kesetaraan dan keadilan.

Perilaku Israel-AS ini merupakan penghinaan sedalam-dalamnya terhadap martabat kita semua sebagai pribadi, karena hal itu merupakan kesewenang-wenangan yang brutal, kesombongan yang menggilas seluruh rasa hormat, pemaksaan kepentingan dan hasrat sepihak yang menghapus seluruh hak asasi kita, dan keserakahan yang melahap seluruh kesempatan kita untuk bertumbuh dan berkembang sebagai manusia, serta meruntuhkan seluruh jaminan dan kepercayaan antar manusia.

Israel-AS adalah wajah-wajah penuh seringai yang merusak seluruh tatanan yang telah dibangun bersama dalam susah payah karena secara gamblang dan konsisten mereka telah menunjukkan bahwa diri merekalah tatanan yang harus diikuti oleh siapapun tanpa bisa berunding secara setara dan adil.

Mereka telah memaksa merebut pena kita supaya kita tak dapat menuliskan kisah kita sendiri dalam catatan, lalu memaksa kita untuk membacakan narasi yang telah mereka siapkan dan mempercayainya seolah-olah merupakan kisah kita sendiri.

Kekejaman Israel-AS bukan hanya kekejaman terhadap Iran dan Palestina melainkan kekejaman terhadap kemanusiaan kita semua tanpa tersisa. Kekejaman mereka tampaknya akan berlangsung lama karena bagi mereka, kekejaman dan penghancuran liyan telah menjadi opium, yakni obat penghilang rasa sakit dalam diri mereka sendiri agar mereka tetap dapat terus-menerus bertahan menggapai kepentingan diri mereka sendiri namun sebenarnya tak pernah terpenuhi dan senantiasa melahirkan rasa berkekurangan.

Semakin besar rasa berkekurangan itu, semakin dalam rasa sakit mereka, dan semakin bertambahlah dosis opium yang mereka butuhkan. Maka akan senantiasa semakin luaslah kekejaman dan penghancuran mereka.

Di mata Israel-AS, satu-satunya kesalahan Iran dan Palestina yang membuat mereka diserang adalah bahwa Iran dan Palestina tak mau tunduk dan menjadi jongos bagi kepentingan mereka. Maka siapapun dan negara manapun yang demikian ini akan rentan menghadapi serangan. Sebaliknya, setiap orang atau negara yang dengan iklas tunduk dan dengan gembira menjadi jongos bagi kepentingan mereka, akan dipuji-puji sebagai orang atau bangsa yang cerdas, kuat dan hebat.

Menghadapi realitas yang menghancurkan ini, tak tersedia lagi ruang netral, selain pilihan untuk berpihak kepada semua yang mengalami kehancuran, ketidakadilan, dan penghinaan martabat. Itulah satu-satunya cara menyelamatkan kemanusiaan dengan segala prinsip dan kehormatan yang terkandung di dalamnya.

Dalam seluruh konteks itu, secara jelas Board of Peace adalah forum sampah yang hanya akan mengotori dan membusukkan seluruh kejernihan dan kebeningan komitmen kita terhadap keadilan dan kemanusiaan.

Memilih bergabung di dalamnya sama dengan memilih untuk menceburkan diri di dalam kebusukan. Maka sebelum terlanjur terjerembab terlalu jauh, keluarlah segera dari kubangan busuk itu dan cucilah mata agar dapat lebih jelas melihat ketidakadilan yang nyata.

Menghadapi kekejaman yang menghancurkan ini, seorang nabi dari wilayah Palestina pernah berkata kepada publik dan para pengikutnya demikian:

“Lebih baik batu kilangan dikalungkan pada lehernya, lalu dibuang ke laut”.

Pernyataan ini dapat dimaknai sebagai perintah tegas bahwa orang-orang yang terbukti selalu menghancurkan kemanusiaan itu musti dihukum oleh publik dengan suatu hukuman yang secara efektif dan permanen tidak memungkinkan lagi baginya untuk mengaktifkan daya penghancuran itu.

Semoga ini segera terwujud dan kita dapat meneguhkan lagi komitmen bersama untuk menghadirkan prinsip-prinsip dan nilai-nilai yang memungkinkan saling bertumbuhnya kemanusiaan, saling menjalin dan merekah, menjalar kuat bagaikan rimpang.

 

No comments: