Dewan Perdamaian Gaza adalah
manipulasi bahasa yg oleh pemikir politik dan sejarah Yahudi, Illan Pappe,
disebut “Newspeak”. Makna aslinya adalah Dewan Kolonialisme berkelanjutan untuk
Gaza. Ini adalah proyek lanjutan jangka panjang yang oleh David Harvey disebut
akumulasi keuntungan melalui perampasan (accumulation by dispossession).
Rasa bangga para pejabat negeri
ini ketika menjadi bagian darinya adalah tergelincirnya pengenalan diri sebagai
subyek utuh dan tangguh, padahal ia adalah subyek terpecah dan runtuh.
Psikoanalisis menyebutnya dengan istilah “meconnaissance“. Subyek yang
demikian ini sangat rakus akan pengakuan dan perasaan berkuasa.
Dampaknya, orang-orang semacam
ini tak akan berani memandang realitas karena realitas dapat menghancurkan
konstruksi imajinatif tentang dirinya yang utuh dan kokoh. Kenyataan dampak
banjir dan longsor di mana kehidupan warga terampas, hanyut serta tertimbun dan
belum mendapatkan penanganan memadai, akan menakutkan baginya karena
menghancurkan imajinasi dirinya sebagai pemimpin dan pejabat yang hebat,
berdaya dan tanggap.
Ia juga tak punya keberanian
untuk sungguh-sungguh mendengarkan karena suara-suara yang asli akan
meruntuhkan imajinasi dirinya sebagai pemimpin dan pejabat yang kukuh dan utuh.
Jika demikian, kita sebenarnya
sudah berada dalam bahaya. Realitas akan selalu dibengkokkan, kritik akan
dibungkam dengan beragam instrumen termasuk instrumen hukum (lawfare)
karena semua itu baginya akan melahirkan perasaan “the teft of enjoyment”,
yakni tercurinya kenikmatan imajinasi diri sebagai yang utuh dan kukuh, namun
sebenarnya terpecah dan runtuh. Semua itu beroperasi di dalam ketaksadaran.
Jadi, memang tidak rasional.
No comments:
Post a Comment